Jumat, 06 April 2012

Daftar perguruan tinggi negeri di Indonesia

0

[sunting] Sumatera

[sunting] Aceh

[sunting] Sumatera Utara

[sunting] Sumatera Barat

[sunting] Riau

[sunting] Kepulauan Riau

[sunting] Jambi

[sunting] Bengkulu

[sunting] Sumatera Selatan

[sunting] Lampung

[sunting] Bangka Belitung

[sunting] Jawa

[sunting] Banten

[sunting] Jakarta

[sunting] Jawa Barat

[sunting] Jawa Tengah

[sunting] Yogyakarta

[sunting] Jawa Timur

[sunting] Nusa Tenggara

[sunting] Bali

[sunting] Nusa Tenggara Barat

[sunting] Nusa Tenggara Timur

[sunting] Kalimantan

[sunting] Kalimantan Barat

  • Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Politeknik Negeri Pontianak, Pontianak
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Pontianak
  • Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, Pontianak
  • Politeknik Terpikat Sambas
  • Politeknik Tonggak Equator
  • Politeknik Ketapang
  • Politeknik Tunas Bangsa

[sunting] Kalimantan Tengah

[sunting] Kalimantan Selatan

[sunting] Kalimantan Timur

[sunting] Sulawesi

[sunting] Sulawesi Utara

[sunting] Gorontalo

[sunting] Sulawesi Tengah

[sunting] Sulawesi Selatan

[sunting] Sulawesi Tenggara

  • Universitas Haluoleo, Kendari
  • Sekolah Tinggi Pertanian (STIP) Muna Kampus Baru, Muna
  • STAIN Kendari
  • Universitas 19 November Kolaka
  • Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Universitas Lakidende
  • Universitas Dayanu Iksanudin
  • Universitas Muhammadiyah Buton
  • Universitas Sulawesi Tenggara

[sunting] Maluku dan Papua

[sunting] Maluku

[sunting] Maluku Utara

[sunting] Papua

[sunting] Papua Barat

Read More

Kisah Kerajaan Gaib di Bintauna

0

Dalam perjalanan dari Gorontalo menuju Manado, Budi Satria ikut bersama kami. Budi adalah teman dekat saya semenjak kuliah di Universitas Parahyangan, Bandung dan sama-sama anggota Mahitala Unpar. Bersamanya saya sering pergi mendaki gunung, mengarungi sungai, dan pergi ke tempat-tempat eksotis di pelosok Tanah Air.

Namun baru kali ini ia pergi bersepeda jarak jauh dan bersama kami berempat yang telah bersepeda bersama sejauh 600 kilometer. Ayah dua anak yang mengelola sebuah koperasi itu perlu waktu untuk penyesuaian.

Sabtu (18/3/2012) pagi sekali kami bersepeda menuju Atinggola melintasi jalan Trans Sulawesi yang beraspal mulus. Sepanjang 60 kilometer pertama jalan relatif landai mengitari Danau Limboto yang airnya kehijauan dan terkepung eceng gondok. Kami sempatkan mendaki ke Benteng Otanaha sekeluarnya dari kota. Dari puing-puing tiga benteng peninggalan Belanda di atas bukit, pandangan lepas ke arah danau bisa menyegarkan mata sebelum melanjutkan kayuhan.

Jalan berliku dan datar terasa agak membosankan sampai di daerah Kwandang. Selepas itu kami mendaki jalan berliku di perbukitan hampir sepanjang 30 kilometer. Budi yang belum terbiasa dengan ritme kayuhan kami berempat tertinggal jauh di belakang. Namun ia terus mengayuh pantang menyerah dan menemukan ritmenya sendiri.

Kami mencapai Atinggola sekitar pukul 20.00, saat kebanyakan rumah dan warung sudah pada tutup. Aktivitas sudah berakhir dan warga beranjak tidur. Kami singgah di rumah makan Phoenix sekaligus mengistirahatkan badan yang penat menempuh jarak 114 kilometer.

Besoknya kami berencana melanjutkan ke Maelang sejauh 104 kilometer. Namun medan berat dengan tanjakan-tanjakan panjang mengharuskan kami singgah dan bermalam di Bintauna, sekitar 25 kilometer sebelum Maelang.

Desa adat Bintauna di Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, adalah salah satu kerajaan tua di pesisir utara Sulawesi Utara. Gapura kecil dekat pusat kota bertulisakan 'Selamat Datang di Desa Adat Bintauna' menggugah rasa ingin tahu saya tentang desa itu.

Ambo Palloto, warga asli Bintauna yang saya temui mengisahkan, pusat kerajaan Bintauna dulunya terletak di dekat Bendungan Sangkub, sekitar 20 km dari pusat kota saat ini. Di tempat itu berdiri bangunan kerajaan yang dikelilingi rumah warga desa. Kerajaan itu masih ada sampai tahun 1950-an.

"Zaman pemerintahan Presien Soekarno, raja masih memerintah desa dengan arif. Setelah raja meninggal, pemerintahan kerajaan tidak lagi diteruskan," tutur Ambo yang membuka warung makan di pinggir Jalan Trans Sulawesi.

Secara gaib, desa juga menghilang sehingga di kalangan penduduk, desa tersebut dikenal dengan nama Ilanga atau desa yang hilang. Pusat kerajaan lalu dipindah ke pinggiran Sungai Sangkub yang airnya mengalir tenang kehijauan dan pinggirannya penuh rawa bakau. Di tempat baru, ternyata warga desa banyak yang menjadi korban dimakan buaya besar yang saat itu masih banyak berkeliaran di sungai. Desa kemudian dipindahkan ke pusat kota yang sekarang ini.

Itu kisah lisan versi penduduk setempat. Keterangan Mokapog Center yang mengutip sejumlah tetua adat setempat menjelaskan sekelumit tentang bekas kerajaan tua Bintauna. Alkisah, pada masa pemerintahan Pangulu Datu Binangkal yang menggantikan Pangulu Dotinggulo (wafat 1620) sebagai pendiri Negeri Mokapog, hiduplah Solagu. Tokoh yang dikenal luas dan berpengaruh di kalangan penduduk lereng barat Gunung Kabila (Tapa), Molibagu, Doluduo dan Dumoga itu dicintai karena bijaksana, tangkas, sakti, cerdik, dan jujur.

Pangulu Datu Binangkal mengadakan bedol desa meninggalkan Mokapog menuju Kaidipang. Sebagian penduduk yang tetap tinggal di Mokapog kemudian mengangkat Solagu menjadi “Palima” atau pemimpin mereka untuk mencari wilayah baru karena mereka kurang setuju pindah ke Kaidipang atau turun ke Sonuo (Bolangitang lama).

Dipimpin Solagu, penduduk bergerak ke arah timur. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 kilometer, maka para tetua mulai mempertanyakan sejauh mana mereka akan bergerak dan membangun negeri. Seorang tetua lalu berseru dengan nyaring dalam bahasa mereka, “Po’ontonge bintang ona-ona iye, onda poberentia nota, otuntua ponaka no lipu“ (artinya kurang lebih 'Lihat baik-baik bintang di depan ini, dimana dia berhenti, disitu kita bikin negeri').

Dari seruan inilah konon asal mula nama Bintauna. Rombongan segera berhenti berjalan ketika mereka melihat bahwa bintang yang memandu mereka berhenti bergerak. Hutan di lokasi ini lalu dibuka secara gotong royong dan disitulah kemudian mereka membangun negeri.

Mereka mengangkat Solagu menjadi raja dengan gelar Dotu Solagu (Dotu artinya raja dan Solagu artinya besar). Nama ini kemudian lebih dikenal dengan Datunsolang. Keturunan Raja Datunsolang secara turun temurun memerintah di Kerajaan Bintauna sampai dengan rajanya yang terakhir yaitu Paduka Tuan Raja M Toraju Datunsolang yang masa pemerintahannya berakhir pada tahun 1950.

Kedudukan kerajaan Bintauna ini mula-mula di hulu Sungai Huntuk, tepat pada belahan hulu Sungai Bintauna Pante yang lembahnya disebut “Gambut Inlanga” dan Biau serta daerah perbukitan sekitarnya. Di tempat ini Raja Datunsolang membangun Komalig. Desa lama itu yang disebut-sebut menghilang secara gaib sehingga warga menyebut lembah dimana desa itu berada sebagai  'Gambut Inlanga'.

Sebenarnya untuk mendekati jalur komunikasi dan transportasi laut, Komalig dipindahkan ke Bintauna Pante. Terakhir karena sering tergenang banjir, Komalig dipindahkan lagi ke Pimpi. Komalig ini terbakar habis dalam taktik bumi hangus pada masa pergolakan PRRI/Permesta.

Bupati Bolmong Utara sekarang Hamdan Datunsolang merupakan keturunan langsung raja Solagu. Sisa bangunan kerajaan kini ada di sekitar pusat desa Bintauna. Desa kini dihuni berbagai etnis yang didominasi oleh warga asli setempat, Bugis, Makassar, dan Minahasa. Banyak juga pendatang dari berbagai daerah yang membuka aneka usaha.

Selain kisah bintang dan desa yang menghilang secara gaib itu, warga kini masih bisa menikmati wisata di kawasan pantai Bintauna yang berpasir putih. Bila ingin berenang di lingkungan pantai berombak lebih tenang, bergeraklah ke arah Pantai Nyiur Hijau di Desa Babo, sekitar 28 kilometer dari Bintauna atau selepas kota kecil Maelang. Kisah tentang Bintauna itu mengingatkan saya akan masa keemasan raja-raja di Sulawesi.

Diantara kisah itu saya paling terkesan dengan kisah tentang Karaeng Pattingalloang yang termasyur di kalangan penjelajah dunia pada pertengahan abad ke-17. Perdana Menteri Kesultanan Gowa itu haus akan ilmu pengetahuan dan semangat penjelajahan yang tinggi. Ia memesan bola dunia raksasa berukuran 1,3 meter dari kartograf tenar masa itu, Joan Bleu. Bola dunia terbesar di Asia Tenggara pada masa itu.

Delapan tahun setelah wafatnya Karaeng, terbit Atlas Maior Joan Blaeu dengan 600 halaman rangkap peta dan 3.000 halaman naskah. Karya itu merupakan pencapaian kartografis-artistik yang tak tertandingi hingga kini.

Pada bagian Peta Dunia, terlihat dua sosok besar, di hemisfer Barat tampaknya nabi kartografi dunia modern Gerardus Mercator dan di langit timur Karaeng Pattingaloang tengah menetapkan jarak Celebes dari Kutub Utara. Dua pemikir yang dengan caranya sendiri menyusun dunia, kini bekerja di langit, di antara dewa-dewa mitologis Yunani Purba, di antara planet-planet Tatasurya. (Nirwan Ahmad Arsuka, Kompas, 1 Januari 2000).
Sulawesi dengan 6.000-an kilometer garis pantai dan alam pegunungan di pedalamannya sungguh kaya akan kisah pasang surut kerajaan yang mendiaminya di masa lalu. Cerita tentang bintang gaib dan Karaeng Pattingaloang itu mengantar tidur malam kami yang nyanyak di Bintauna. (Max Agung Pribadi)
sumber       : www.kompas.com
Read More

Rabu, 21 Maret 2012

Jadwal Pertandingan Sepak Bola 21-23 Maret 2012

0
ANTV
[ANTV]

Setiap Hari
05:30 Lensa Olahraga

Setiap Sabtu
14:30 Kampiun

Setiap Minggu
14:30 Total Football


Kamis, 22 Maret
15:00 Persisam vs Deltras




Global TV
[Global TV]

Setiap Rabu
01:00 Highlights BPL

Setiap Kamis
01:00 Intel Putusan Akhir

Setiap Jumat
00:30 Preview BPL

Setiap Minggu
15:00 Bola Dalam Berita

Kamis, 22 Maret
02:45 Manchester City vs Chelsea

Jumat, 23 Maret

02:30 Everton vs Arsenal



Indosiar
[Indosiar]

Setiap Minggu
11:30 Highlights Serie A



Metro TV
[Metro TV]

Setiap Hari
23:30 Metro Sports

Setiap Sabtu
13:05 Spirit Football

Setiap Minggu
13:05 12 Pas



MNC Sports 1
[MNC Sports 1]

Setiap Hari
06:00 MNC Sports Today
11:30/13:30 Daily News Update
18:00 MNC Sports Today

Setiap Sabtu
01:00 Friday Night Predict

Setiap Minggu
02:00 Preview Ligue 1
05:00 The World Game
06:30 Football Asia



MNC Sports 2
[MNC Sports 2]

Setiap Hari
02:00 Daily News Update
03:00 MNC Sports Today
06:00 Daily News Update
07:00 MNC Sports Today
12:00 Daily News Update

Setiap Selasa
06:30 Kick Off
18:00 Ligue1 Highlights

Setiap Kamis
18:00 Football Asia

Setiap Sabtu
01:00 Friday Night Predict

Setiap Minggu
07:00/07:30 Ligue1 Preview



MNC TV
[MNC TV]

Setiap Senin s/d Jumat
06:30 Sports Mania

Setiap Selasa
00:00 Highlights BPL

Kamis, 22 Maret
02:45 Tottenham Hotspur vs Stoke City



O Channel
[O Channel]

Setiap Minggu

10:30 World Sport
22:00 World Sport



RCTI
[RCTI]

Setiap Selasa
03:00 Magazine UEFA Champions League



SCTV
[SCTV]

(tidak ada jadwal)



Trans 7
[Trans 7]

Setiap Hari
06:00 Sport 7

Setiap Senin s/d Jumat
01:00 Sport 7 Malam

Setiap Sabtu-Minggu
13:30 Galeri Sepakbola Indonesia
14:00 One Stop Football



TransTV
[Trans TV]

(tidak ada jadwal)



TV One
[TV One]

Setiap Senin s/d Jumat
22:00 Kabar Arena

Setiap Sabtu
10:30 Soccer One
11:00 Prediksi

Rabu, 21 Maret
03:00 Barcelona vs Granada

Kamis, 22 Maret
02:00 Atletico Madrid vs Athletic Bilbao
04:00 Villarreal vs Real Madrid

Jumat, 23 Maret
02:00 Racing Santander vs Sevilla
04:00 Malaga vs Rayo Vallecano



GOALTV 1
[GOALTV 1 di TelkomVision / YesTV]

Tayangan Reguler (Jadwal Tidak Tetap)
Real Madrid TV, Barca TV, Liga Premier Skotlandia, Football League Championship, Carling Cup



GOALTV 2
[GOALTV 2 di TelkomVision / YesTV]

Tayangan Reguler (Jadwal Tidak Tetap)
Chelsea TV, Liverpool TV, FCB.TV, Eredivisie Belanda, Football League Championship



TelkomVision Arena
[Arena di TelkomVision / YesTV]

(tidak ada jadwal)



ESPN
[ESPN di IndoVision / OkeVision / TopTV]

Setiap Senin s/d Jumat
18:30 SportsCenter
21:00 SportsCenter

Setiap Senin
19:00 Monday Night Verdict

Setiap Selasa
19:00 Premier League Highlights

Setiap Rabu
19:00 Goals!
19:30 World of Football

Setiap Kamis
19:00 Premier League World

Setiap Jumat
19:00 Football Asia 2011/12

Setiap Sabtu
17:30 SportsCenter Week In Review

Kamis, 22 Maret
02:45 Manchester City vs Chelsea
06:00 [delay] Queens Park Rangers vs Liverpool



STAR Sports
[Star Sports di IndoVision / OkeVision / TopTV]

Setiap Senin s/d Jumat
20:30 Score Tonight

Rabu, 21 Maret
03:00 Blackburn Rovers vs Sunderland
17:00 Kashiwa Reysol vs Jeonbuk Motors
Read More